Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) Padi Sawah

Penggunaan lahan sawah secara intensif dan terus menerus telah berlangsung bertahun-tahun, sehingga terjadi penurunan kesuburan dan kerusakan sifat fisik-kimia tanah.

Disamping itu, pengelolaan lahan sawah irigasi secara intensif untuk mengejar hasil tinggi tanpa menggunakan bahan organik. Hal ini menyebabkan kandungan bahan organik tanah menurun baik jumlah mapun kualitasnya, sehingga sebaik apapun varietas padi yang ditanam, apabila tidak ditunjang oleh lingkungan tumbuh perakaran yang baik, pertumbuhan tidak akan optimal.

Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) merupakan pengembangan dari konsep Pengendalian Hama Terpadu (PHT) yang sudah lebih dulu dikembangkan. Pendekatan PTT memfokuskan pada tanaman dan pengelolaan kesehatan tanaman, yang merupakan suatu sistem budidaya tanaman dan pengendalian hama penyakit yang terintegrasi, untuk mencapai hasil dan mutu panen yang optimal, keuntungan yang maksimal serta terjaminnya keseimbangan agroekosistem yang berkelanjutan.

KOMPONEN TEKNOLOGI PTT

Teknologi Utama PTT

  1. VUB (Varietas Unggul Baru),
  2. Benih Bermutu,
  3. Penggunaan bahan organik (pupuk kandang/kompos jerami) 2 ton/ha. Pemupukan, pemberian nitrogen berdasarkan pembacaan bagan warna daun, pemberian pupuk P dan K berdasarkan analisis tanah atau status hara P dan K,
  4. Pengendalian hama Penyakit terpadu, dan panen dan pasca panen,
  5. Penanaman bibit muda (15-21 hari setelah sebar) (1 bibit/rumpun), dan tanam dengan Pola Jajar Legowo 2 atau Tegel.

Teknologi pilihan PTT

  1. Pengolahan tanah sesuai  musim dan pola tanam,
  2. Penanaman bibit muda,
  3. Tanam 1-3 batang per rumpun,
  4. Pengairan secara efektif dan efesien,
  5. Penyiangan menggunakan landak/gasrok,
  6. Panen tepat waktu,
  7. Perontokan gabah sesegera mungkin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *